Alvi upm

Minggu, 22 September 2013



SISTEM SUSPENSI AKTIF
16.1 Identifikasi Komponen
Sistem Suspensi Aktif

Suspensi adalah sesuatu yang menghubungkan antara badan kendaraan
dengan roda. Kenyamanankendaraan sangat erat hubungannya dengan sistem suspensi kendaraan. Sistem suspensi kendaraan harus mampu mengisolasi atau mengurangi getaran yang terjadi pada body kendaraan akibat ketidakrataan dari permukaan jalan. Secara umum

fungsi dari suspensi adalah sebagai berikut :

- Bersama dengan ban, menyerap dan mengurangi bermacam-macam getaran, ayunan, dan
guncangan yang diterima oleh kendaraan karena ketidak teraturan pada permukaan jalan, untuk melindungi penumpang dan barang, dan menambah kestabilan pengemudian.

- Mengirimkan tenaga-tenaga driving dan pengereman, yang dihasilkan akibat friksi antara permukaan jalan dan roda, dengan casis dan badan kendaraan.

- Mendukung badan kendaraan padaporosnya dan menjaga hubungan geometris yang benar antara badan kendaraan dan roda.


 

Gambar 16.1 Fungsi dari suspensi

16.2 Komponen Suspensi
Suspensi memiliki komponen utama antara lain :
16.2.1 Pegas,
Pegas berfungsi menetralkan goncangan dari permukaan jalan.

          Gambar 16. 2 Pegas
16.2.2 Dampers
Dampers berfungsi untukmenambah kenyaman berkendara
dengan membatasi ayunan bebasdari pegas
                            Gambar 16.3 Dampers

16.2.3 Stabilizer
Stabilizer berfungsi mencegah kendaraan mengayun ke samping.

                Gambar 16.4 Stabilizer
16.2.4 Sambungan Sambungan bekerja untuk menahan komponen-komponen
diatas pada tempatnya dan mengontrol gerakan longitudinal dan lateral roda-roda.

               
                    
Gambar 16.5 Komponen Suspensi 
Dengan adanya perkembangan teknologi di bidang komputer,
elektronik, hidrolik dan teknik control permasalahan kenyamanan berkendara dapat diatasi dengan hadirnya teknologi baru pada dunia otomotif, yaitu sistem suspensi aktif.
Suspensi aktif adalah suatu system suspensi yang menggunakan microkontrol dan sensor dengan feedback loop untuk meningkatkan perfomen suspensi yang optimal.
Secara prinsip komponen-kompenen hampir sama dengan suspensi biasa, hanya saja ada beberapa komponen yang dikontrol secara elektronik sehingga ada beberapa komponen
tambahan, antara lain :
- Sensor, berbagai macam sensor dipasang pada kendaraan untuk mengetahui kondisi
kendaraan dan aktivitas pengemudi.
- ECU (Electronic Control Unit),
semua sinyal dari sensor akan dibaca oleh ECU dan dengan bantuan memori yang sudah diprogram , sinyal yang masuk akan diolah untuk menentukan tingkat suspensi sesuai kebutuhan.
- Actuator, perintah dari ECU akan dirubah menjadi sinyalelektrik dan langsung diteruskan
ke berbagai aktuator untuk mengontrol sistem suspensi.

                     
                      Gambar 16.6 Skema kerja suspense aktive

Prinsip kerja suspensi aktif :
                            
                         Gambar 16.7 Prinsip kerja Fully Aktive Suspensions
Prinsip kerja Fully Aktive Suspensions Gambar diatas merupakan layout prinsip kerja dari Fully Slow Aktive Suspensions. Tenaga disuplai dari pompa yang digerakkan oleh engine. Minyak dari pompa diteruskan ke unit pertama dari Fail Safe Valve. Unit ini mempunyai dua fungsi, yaitu pertama mematikan sistem pada saat emergency sehingga suspense menjadi passive dan yang kedua mengatur suplai tekanan. Ketika suspensi aktif tidak bekerja maka unit Fail Safe Valve mengurangi.

16.3 Diagnosa Kerusakan Suspensi Aktif
Diagnosa adalah usaha untuk mencari penyebab kerusakan atau ketidaknormalan suatu system . Pada suspensi aktif yang dikontrol komputer, diagnosa dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang namanya Scanner. Layaknya seperti mendiagnosa kerusakan pada
system-sistem lain yang ada pada kendaraan, maka ada persyaratan mendiagnosa menggunakan scanner,
antara lain :
- Tegangan Baterai kendaraan 11 s/d 14 V,
- Matikan semua alat elektronik misal AC, Lampu kepala, Audio dll.
- Katup gas pastikan pada posisi tertutup.
- Putaran engine idel
- Temperatur engine pada temperatur kerja

Langkah-langkah mendiagnosa menggunakan scanner :
a. Siapkan alat scanner
b. Cari lokasi Data Link Conector (DLC)
    
                     Gambar 16.8 Lokasi DLC
c. Hubungkan kabel antara DLC dengan alat scanner.
               
Gambar 16.9 Hubungan kabel antara alat dengan kendaraan
d. Hidupkan mesin kendaraan
e. Nyalakan alat scanner Secara umum nanti akan keluar logo dari merk masing-masing scanner.
f. Setelah keluar logo ikutilangkah-langkah sesuai yang diperintahkan scanner. Masing-masing
alat pengoperasianya berbeda-beda tergantung merk.Namun secara prinsip penggunaanya sama. Biasanyadiawali dengan pemilihan data dari kendaraan yang mau didiagnosa, seperti Asal Negara pembuat kendaraan, Merk kendaraan, tahun pembuatan, dll.
g. Langkah berikutnya adalah pemilihan system yang mau didiagnosa, seperti ABS, Engine,
Transmisi. (Tidak semua system pada mobil dapat didiagnosa pakai scanner, tergantung
softwarenya). Untuk mendiagnosa system suspense pilih suspensi jika software dilengkapi.
h. Langkah terakhir adalah memilih/menekan DTC (Data Trouble Code). Dari sinilah
kendaraan dapat didiagnosa apakah ada kerusakan atau tidak.













Gambar 16.10 Data Trouble Code

16.4 Perbaikan Sistem Suspensi Aktif
Setelah diketahui kerusakan yang ada pada kendaraan maka langkah selanjutnya adalah mengadakan perbaikan. Perbaikan yang dimaksud biasanya pengantian komponen yang rusak atau servise komponen yang dimungkinkan untuk diservis. Secara umum sensor yang bersifat elektrik biasanya harus diganti kalau rusak.Untuk proses pengantian atau perbaikan sebaiknya mengikuti prosedur yang ada pada buku manualnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar